Groundbreaking TPPAS Legok Nangka Dimulai, Pemkot Bandung Siapkan Armada Khusus

BOGOR NOW

- Redaksi

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:04 WIB

5014 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG | Groundbreaking Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka di Kabupaten Bandung menjadi tonggak baru dalam pengelolaan sampah regional di Jawa Barat.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, Pemkot Bandung telah menandatangani komitmen bersama sebagai bentuk dukungan terhadap operasional TPPAS Legok Nangka yang diproyeksikan mulai beroperasi secara komersial pada 2029.

“Pokoknya Kota Bandung sudah berkomitmen. Kita sudah menandatangani pengadaan mobil transportasi khusus. Kita juga sudah menyiapkan lahan untuk pemilahan. Sampah dari Kota Bandung harus dipilah terlebih dahulu sebelum dibawa ke Legok Nangka menggunakan kendaraan khusus,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Rabu, 29 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Farhan, Kota Bandung akan mengirimkan sekitar 800 ton sampah per hari ke TPPAS Legok Nangka. Karena lokasi fasilitas berada di kawasan berbukit, armada yang digunakan harus memiliki spesifikasi khusus agar mampu beroperasi secara aman dan optimal.

“Kendaraannya berbeda. Harus kuat menanjak dan memiliki sistem pengereman yang baik karena jalurnya naik dan turun. Jadi memang membutuhkan kendaraan yang dirancang khusus untuk operasional menuju Legok Nangka,” katanya.

Menurutnya, pembangunan TPPAS Legok Nangka merupakan bagian dari upaya menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan terintegrasi bagi kawasan Bandung Raya. Melalui fasilitas tersebut, sampah yang telah dipilah akan diolah menggunakan teknologi yang lebih ramah lingkungan sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap metode pembuangan akhir konvensional.

Selain Legok Nangka, Farhan mengungkapkan, TPA Sarimukti juga akan memiliki peran baru sebagai pusat pengolahan sampah organik. Sampah organik hasil pemilahan dari Kota Bandung nantinya akan dikirim ke Sarimukti untuk diolah dengan berbagai teknologi.

“Sarimukti nantinya akan dijadikan tempat pengolahan organik. Setelah dipilah, sampah organik akan dibawa ke Sarimukti untuk diolah. Pengolahannya akan menggunakan berbagai teknologi,” ujarnya.

Salah satu teknologi yang diusulkan adalah pemanfaatan gas metana dari timbunan sampah organik melalui proses gasifikasi. Menurut Farhan, teknologi tersebut memiliki potensi menghasilkan energi sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor persampahan.

“Salah satu teknologi yang saya dorong adalah gasifikasi metana dari tumpukan sampah organik. Ini menjadi solusi yang baik untuk meningkatkan nilai tambah pengelolaan sampah,” katanya.

Terkait alokasi sampah Kota Bandung ke TPPAS Legok Nangka, Farhan memastikan tidak ada perubahan dari kesepakatan yang telah disusun sebelumnya. Kota Bandung tetap mendapatkan kuota pengiriman sekitar 800 ton sampah per hari, sesuai kontrak kerja sama yang telah ditandatangani pada 2018.

“Sesuai dengan kontrak yang sudah ditandatangani tahun 2018, tidak ada perubahan ataupun penyesuaian. Tinggal kita mengatur pelaksanaannya,” ungkapnya.

Kesiapan armada khusus, fasilitas pemilahan, serta penguatan pengolahan sampah organik di Sarimukti menjadi bagian dari transformasi sistem persampahan yang diharapkan mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah di Kota Bandung dan kawasan Bandung Raya. (rob)**

Berita Terkait

16. Diduga Terjadi Kekerasan di Lingkungan BPN Kota Bandung, Anggota LSM KOREK Lapor Polisi
Utamakan Hak Pendidikan, Wali Kota Pasang Badan Demi 900 Siswa SDN 026 Bojongloa
Bandung Game Demo Day, Ajang Pameran dan Apresiasi bagi Talenta Gim Lokal Bandung
Kang Andhy: PWI Jabar Harus Jadi Rumah Besar Wartawan*
Kasubag Umpeg Disdikbud Subang Tinjau Langsung Uji Kompetensi Guru di SMPN 4 Subang
PELANTIKAN DPP SWI 2026–2031,SWI Teguhkan Profesionalisme dan Aksi Nyata Lewat Green Impact
. Sudah Masuk Ranking, Tiga Calon Siswa Jalur MBK di SMAN 2 Padalarang Justru Dinyatakan Tak Lolos, Ada Apa?
Ribuan Warga Padati Festival Asia Afrika, Bandung Semakin Mendunia

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 00:36 WIB

Pocil Binaan Polres Bireuen Ikuti Lomba Polisi Cilik Tingkat Jajaran Polda Aceh Sambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara Ke-71

Senin, 14 September 2026 - 22:29 WIB

Kapolres Bireuen Hadiri Kegiatan Masa Ta’aruf dan Baitul Arqam Mahasiswa Baru UMMAH

Minggu, 13 September 2026 - 19:38 WIB

Polres Bireuen Pantau Sejumlah Kawasan Rawan Karhutla, Personel Ingatkan Warga untuk Tidak Melakukan Pembakaran Lahan

Berita Terbaru